- Welcome, please select your destination, we will be happy to provide the best service.
Jalur Pendakian Gunung Lompobattang Via Lembang Bune
3 October 2025 32x Info Pendakian
Gunung Lompobattang adalah salah satu gunung yang menjadi ikon Sulawesi Selatan. Dengan ketinggian 2.874 meter di atas permukaan laut (mdpl), gunung ini berdiri gagah sebagai atap Sulawesi Selatan, menyimpan berbagai kisah, legenda, dan sejarah panjang yang melekat dalam budaya masyarakat setempat. Puncaknya bukan hanya sekadar titik tertinggi, melainkan juga saksi perjalanan spiritual, tempat penuh mitos, serta destinasi favorit bagi para pendaki yang mencari pengalaman mendalam di alam bebas.
Salah satu jalur resmi menuju puncak adalah Jalur Lembang Bune. Jalur ini dikenal karena kombinasi medan yang menantang, hutan tropis yang lebat, kabut yang menari-nari di sepanjang perjalanan, serta suara alam yang menjadi iringan alami para pendaki. Artikel ini menyajikan uraian lengkap mengenai jalur pendakian, detail setiap pos, keberadaan sumber air, hingga aspek logistik dan konektivitas. Dengan informasi yang jelas, pendaki dapat menyiapkan perjalanan lebih matang sehingga aman, nyaman, sekaligus penuh makna.

Desa Lembang Bune – Titik Nol Pendakian
- Koordinat: 5°23’52.8″S 119°54’57.4″E
- Ketinggian: 1.596 mdpl
- Jarak Tempuh: 0,00 km
- Koneksi: Telepon (III) / 4G / Radio / GPS
Pendakian dimulai dari Desa Lembang Bune, sebuah kawasan pegunungan yang sejuk dengan pemandangan sawah dan ladang milik warga. Suasana desa ini sangat mendukung sebagai titik awal perjalanan: ramahnya masyarakat, udara yang segar, dan keberadaan fasilitas dasar untuk mengurus izin pendakian.
Keunggulan penting dari titik nol ini adalah akses komunikasi yang masih lengkap. Sinyal telepon, jaringan 4G, radio, hingga GPS masih stabil. Hal ini memberi kesempatan terakhir bagi pendaki untuk mengabari keluarga, mengatur koordinasi tim, serta melakukan persiapan logistik. Dari desa inilah perjalanan panjang menuju atap Sulawesi Selatan dimulai.
Pos 1 – Awal Tantangan
- Koordinat: 5°23’36.1″S 119°55’10.1″E
- Ketinggian: 1.684 mdpl
- Jarak Tempuh: 0,80 km
- Campsite: –
- Sumber Air: Sungai
- Koneksi: Radio / GPS
Pos 1 menandai awal tantangan sebenarnya. Jalurnya relatif landai namun mulai memperlihatkan karakteristik hutan pegunungan: vegetasi lebih rapat, suara serangga yang khas, serta udara yang semakin lembap.
Meski tidak memiliki campsite, keberadaan sungai di sekitar pos ini menjadi nilai penting. Pendaki bisa mengisi ulang persediaan air minum sebelum jalur semakin menanjak. Pos ini biasanya hanya dijadikan titik istirahat singkat, bukan lokasi bermalam.
Pos 2 – Perhentian Favorit Pendaki
- Koordinat: 5°23’06.2″S 119°55’21.3″E
- Ketinggian: 1.869 mdpl
- Jarak Tempuh: 1,93 km
- Campsite: 10 Tenda
- Sumber Air: Sungai
- Koneksi: Radio / GPS
Pos 2 menjadi salah satu titik favorit karena menawarkan campsite luas yang mampu menampung hingga 10 tenda. Sumber air berupa sungai yang melimpah di dekatnya menjadikan lokasi ini strategis untuk bermalam.
Banyak pendaki memilih untuk beristirahat di pos ini, terutama jika pendakian dilakukan dengan tempo santai. Selain itu, pos ini juga sering dijadikan tempat konsolidasi tim sebelum menghadapi jalur yang lebih curam.
Pos 3 – Mulai Menanjak Curam
- Koordinat: 5°22’44.5″S 119°55’16.2″E
- Ketinggian: 2.037 mdpl
- Jarak Tempuh: 2,89 km
- Campsite: 5 Tenda
- Sumber Air: –
- Koneksi: Radio / GPS
Mulai dari pos ini, jalur benar-benar menanjak. Vegetasi lebih rapat, jalur lebih sempit, dan stamina mulai diuji. Walau ada area untuk mendirikan sekitar 5 tenda, kekurangan utama adalah ketiadaan sumber air.
Pendaki harus membawa cukup bekal air dari pos sebelumnya jika ingin beristirahat di sini. Umumnya, pos ini hanya digunakan sebagai tempat transit singkat sebelum melanjutkan perjalanan ke pos 4.
Pos 4 – Sinyal Kembali Muncul
- Koordinat: 5°22’27.1″S 119°55’29.4″E
- Ketinggian: 2.244 mdpl
- Jarak Tempuh: 3,70 km
- Campsite: 3–5 Tenda
- Sumber Air: –
- Koneksi: Telepon (III) / 4G / Radio / GPS
Keunikan pos 4 adalah kembalinya sinyal komunikasi. Jaringan telepon dan 4G dapat diakses cukup baik di sini. Hal ini sangat membantu bagi pendaki yang ingin memberikan kabar kepada keluarga atau berkoordinasi dengan tim basecamp.
Namun, ketiadaan sumber air membuat pos ini kurang ideal sebagai lokasi bermalam lama. Lebih cocok dijadikan checkpoint untuk beristirahat singkat.
Pos 5 – Oase di Tengah Jalur
- Koordinat: 5°22’17.0″S 119°55’36.3″E
- Ketinggian: 2.378 mdpl
- Jarak Tempuh: 4,02 km
- Campsite: 5–7 Tenda
- Sumber Air: 300 meter ke kanan
- Koneksi: Telepon (II) / H+ / Radio / GPS
Pos 5 menjadi salah satu titik strategis dengan kombinasi campsite luas dan sumber air. Meski harus berjalan sekitar 300 meter ke kanan jalur utama untuk mencapai air, lokasi ini sangat ideal untuk bermalam kedua.
Konektivitas komunikasi cukup baik dengan sinyal telepon H+. Hal ini memungkinkan tim melakukan update posisi meski di tengah jalur pendakian.
Pos 6 – Menuju Atap Hutan
- Koordinat: 5°22’08.7″S 119°55’44.3″E
- Ketinggian: 2.540 mdpl
- Jarak Tempuh: 4,50 km
- Campsite: 3–5 Tenda
- Sumber Air: –
- Koneksi: 3.5G / H+ / Radio / GPS
Di pos ini, vegetasi mulai berubah. Hutan tropis perlahan berganti dengan vegetasi yang lebih rendah, khas pegunungan tinggi. Suhu semakin dingin, dan stamina semakin terkuras.
Tidak ada sumber air di sini, namun koneksi jaringan cukup stabil dengan sinyal 3.5G/H+. Area perkemahan terbatas namun masih memungkinkan untuk tim kecil.
Pos 7 – Kreativitas Air Tertampung
- Koordinat: 5°21’51.0″S 119°55’52.6″E
- Ketinggian: 2.643 mdpl
- Jarak Tempuh: 5,14 km
- Campsite: 5–7 Tenda (Terpisah)
- Sumber Air: Tampungan botol
- Koneksi: Radio / GPS
Pos 7 menghadirkan keunikan tersendiri. Sumber air di sini berasal dari tampungan botol yang disediakan atau ditinggalkan oleh pendaki sebelumnya. Walau sederhana, hal ini menunjukkan semangat gotong royong antar pendaki.
Campsite cukup luas namun tersebar, sehingga pendaki perlu kreatif dalam mendirikan tenda.
Pos 8 – Persinggahan Sementara
- Koordinat: 5°21’40.4″S 119°56’04.3″E
- Ketinggian: 2.656 mdpl
- Jarak Tempuh: 5,63 km
- Campsite: 2–3 Tenda
- Sumber Air: –
- Koneksi: Radio / GPS
Pos 8 berfungsi lebih sebagai persinggahan sementara. Area sempit hanya bisa menampung 2–3 tenda. Karena tidak ada sumber air, pos ini jarang dijadikan lokasi bermalam, melainkan tempat transit menuju pos berikutnya.
Pos 9 – Pancuran Mini yang Menyegarkan
- Koordinat: 5°21’33.3″S 119°56’12.3″E
- Ketinggian: 2.763 mdpl
- Jarak Tempuh: 6,11 km
- Campsite: 4 Tenda
- Sumber Air: Pancuran mini 1 meter
- Koneksi: Radio / GPS
Menjelang puncak, pos 9 menghadirkan kejutan berupa pancuran mini setinggi 1 meter. Walau kecil, pancuran ini terasa bagaikan oase setelah perjalanan panjang. Banyak pendaki yang berhenti di sini untuk mengisi ulang air sebelum melanjutkan ke puncak.
Area perkemahan cukup untuk sekitar 4 tenda, sehingga cocok untuk tim kecil.
Puncak Lompobattang – Tranggulasi
- Koordinat: 5°21’23.0″S 119°56’11.3″E
- Ketinggian: 2.874 mdpl
- Jarak Tempuh: 6,59 km
- Campsite: 4–6 Tenda (30 meter setelah puncak)
- Sumber Air: –
- Koneksi: Radio / GPS
Akhirnya, tibalah pendaki di Puncak Lompobattang. Titik tranggulasi dengan ketinggian 2.874 mdpl ini menghadirkan panorama yang luar biasa. Dari sini, pendaki bisa menyaksikan lanskap Sulawesi Selatan dengan segala keindahannya: gugusan bukit, laut biru di kejauhan, dan langit luas yang terbentang.
Tidak ada sumber air di puncak, namun ada campsite kecil 30 meter setelah puncak yang memungkinkan pendaki bermalam. Menyaksikan matahari terbit dari atap Sulawesi Selatan adalah pengalaman yang tak terlupakan.
Strategi Pendakian dan Logistik
- Air: Bawa bekal air yang cukup sejak pos awal, karena tidak semua pos memiliki sumber air. Pos penting dengan air adalah pos 1, pos 2, pos 5, dan pos 9.
- Campsite utama: Pos 2, pos 5, dan pos 9 menjadi pilihan terbaik untuk mendirikan tenda.
- Komunikasi: Sinyal telepon muncul kembali di pos 4, pos 5, dan pos 6. Namun, jangan bergantung penuh karena cuaca dapat memengaruhi jaringan.
- Durasi pendakian: Rata-rata pendakian dari Desa Lembang Bune ke puncak memakan waktu 8–12 jam, tergantung kondisi tim. Banyak pendaki memilih untuk bermalam 1–2 kali.
- Etika lingkungan: Gunakan prinsip Leave No Trace—jangan meninggalkan sampah, menjaga sumber air, dan menghargai keheningan gunung.
Pendakian Gunung Lompobattang via Jalur Lembang Bune adalah kombinasi sempurna antara keindahan alam, tantangan fisik, serta makna spiritual. Dari sungai di pos awal, jalur menanjak yang melelahkan, hingga pancuran mini di pos 9, semuanya memberi pelajaran tentang kesabaran, kebersamaan, dan penghormatan terhadap alam.
Gunung ini bukan sekadar medan pendakian, melainkan sahabat alam yang harus dihormati. Dengan persiapan matang, menghargai detail jalur, serta menjaga lingkungan, setiap langkah menuju puncak Lompobattang akan menjadi pengalaman berharga yang membekas seumur hidup.
Maybe you are interested in reading the following article:
Sistem Layering Pakaian Pendaki: Kunci Nyaman dan Aman di Gunung
Mendaki gunung bukan sekadar perjalanan menaklukkan ketinggian, melainkan juga tentang bagaimana tubuh mampu beradaptasi dengan kondisi alam yang ekstrem. Suhu dingin, angin kencang, hujan, bahkan terik matahari yang menyengat, semuanya bisa ditemui dalam satu pendakian. Untuk itu, pendaki perlu memahami sistem layering pakaian atau lapisan berpakaian, sebua... read more
Transportation Options for Visiting Karst Rammang-Rammang from Makassar, South Sulawesi
Karst Rammang-Rammang, located in Maros Regency, South Sulawesi, is one of Indonesia’s most stunning natural wonders. Famous for its dramatic limestone cliffs, lush greenery, and picturesque river pathways, it has become a must-visit destination for both local and international tourists. For travelers based in Makassar, the provincial capital, there are se... read more
How to Witness the Rambu Solo Funeral Ceremony in Toraja
Toraja, a highland region located in the heart of South Sulawesi, Indonesia, is widely known for its breathtaking landscapes, traditional architecture, and unique cultural practices. Among the many traditions that define the Torajan people, the Rambu Solo funeral ceremony stands as the most elaborate, emotional, and spiritually significant. Far beyond an ord... read more
Contact Us
If you have any questions, please contact us.
-
Hotline
081316026384 -
Whatsapp
081316026384 -
Email
amiruddinemail@gmail.com


